Follow Us @soratemplates

Selasa, 23 Januari 2018

Aliran Rasa Level 3 - Melejitkan kecerdasan emosi dan spiritual

Januari 23, 2018 0 Comments
Karawang, 23 Januari 2018

Alhamdulillah tantangan level 3 sudah di lewati. Banyak cerita yang telah di lalui, lewat tantangan ini kami dapat terus bermain sambil belajar bersama zhafran dengan lebih mengikat makna. Yang sebelum nya setiap sebelum tidur kami terbiasa membacakan zhafran buku, lewat tantangan ini kami bukan hanya sekedar membacakan buku. Kami juga memikirkan besok akan bercerita apa, besok akan bermain apa yang dapat menstimulus kecerdasan zhafran. Ya, melalui bermain, mendongeng, memberi contoh kebaikan cara kami untuk melejitkan kecerdasan emosi dan spiritual zhafran yang berusia 2,4 tahun. 






#AliranRasa
#KelasBunsayIIP3
#Game_Level_3
#Kami_Bisa

Sabtu, 20 Januari 2018

Family Project - Bincang Parenting (GPH)

Januari 20, 2018 2 Comments

Bismillahirrohmanirrohiim,

Kalau ditanya Sudah berbuat kebaikan apa di tahun 2017 kemarin? Sudahkah diri ini atau keluarga ini bermanfaat bagi sesama?

Ya, pertanyaan itu sangat mendasar untuk membuat resolusi 2018 keluarga kami. Griya Piwulang HaDe (GPH) resmi launching 1 Januari 2018, Profil GPH klik disini.

Dan kegiatan pertama GPH adalah Bincang Parenting dengan tema "Komunikasi Yang Baik Dan Menyenangkan Dalam Pengasuhan" Kenapa memilih bincang parenting dan memilih tema itu? Karena sedih sekali di kampung ku masih banyak orang tua yang membentak, dan mencaci maki anak nya sendiri. Dan kami sadar, kalaupun kami sudah bertutur kata lembut dan sedemikian rupa kami memprotek zhafran, tidak akan berhasil jika lingkungan sekitar masih seperti itu, karena zhafran pasti akan melihat dan meniru teman teman nya. Untuk itu saya dan suami mengadakan kegiatan ini dengan harapan mampu mengajak ibu ibu di kampung untuk belajar bersama bagaimana komunikasi yang baik pada anak.

Dan saya simpulkan sebagai berikut:

  • Latar belakang :

Masih banyak orang tua yang berkata kasar, membentak, dan mencaci maki pada anak nya sendiri.

  • Tujuan :

Mengajak ibu ibu di kampung untuk belajar bersama bagaimana komunikasi yang baik dan menyenangkan pada anak. 

  • Perencanaan :

- Mendata dan mengajak teman teman ibu muda di kampung untuk mengikuti kegiatan ini.

- Survey atau "test pasar" bagaimana tanggapan jika di adakan kegiatan ini. 

- Membuat flyer dan di post di Facebook.

  • Pelaksanaan :

Kami putuskan untuk melaksanakan kegiatan ini ahad, 15 Januari 2018. Karena ini family project, alhamdulillah support dari suami dan zhafran luar biasa. Hari jumat H-2, suami sudah menanyakan persiapan untuk snack, infokus dll. Dan langsung bagi tugas, karena kebetulan suami kerja masuk malam jadi pembagian tugas nya, minggu pagi pulang kerja kakang mas mampir ke lapangan karang pawitan untuk mengambil infokus di teh rahma, saya dan zhafran ambil snack. Begitu sampai rumah langsung bungkus bungkusin snack, zhafran senang sekali bisa ikut membantu bunda nya. Untuk foto kegiatan bisa di lihat di Facebook

  • Evaluasi

Walaupun sempat down di awal awal sebelum acara di mulai,  karena banyak teman teman yang mendaftar lalu kemudian cancel karena ada acara lain, tapi alhamdulillah acara berjalan lancar, dan respon dari teman teman yang ikut sangat luar biasa.













A Home Team - Griya Piwulang HaDe

Januari 20, 2018 0 Comments
Bismillahirrohmanirrohiim, 1 Januari 2018 Launching A Home Team keluarga kami yaitu "Griya Piwulang Hade" atau kami singkat GPH yang artinya Griya Piwulang --> Rumah Belajar (bahasa jawa), HaDe --> Hade bisa berarti baik, bagus (bahasa sunda) bisa juga di artikan inisial saya dan suami (Heru - Dede) 😁

Adapun tujuan kami membangun Griya Piwulang Hade adalah untuk menguatkan kelurga kami untuk terus belajar di universitas kehidupan ini. Dan GPH akan concern dalam bidang parenting dan anak anak. Karena saya sadar, menjadi Ibu Rumah Tangga itu tidak ada sekolah nya, tapi untuk mendidik dan membersamai anak anak tentu membutuhkan ilmu. 

Sekilas akan saya bahas apa itu parenting?

Pengertian Parenting

Secara sederhana yang dimaksud dengan parenting adalah suatu upaya pendidikan yang dilakukan oleh keluarga dengan memanfaatkan sumber yang ada di dalam keluarga dan lingkungan yang di sekitar berupa kegiatana belajar yang dilakukan secara mandiri.

Proses parenting dilakukan secara berkelanjutan antara orang tua dan anak-anaknya berupa beragam aktivitas keseharian, seperti: memberi makan, memberi petunjuk dan melindungi anak saat ia tumbuh dan berkembang.

Tujuan Parenting
Keluarga merupakan unit sosial terkecil di masyarakat yang dibentuk atas dasar adanya komitmen untuk mewujudkan fungsi keluarga, terutama fungsi sosial dan pendidikan. Tujuan pengembangan program parenting yaitu, meningkatkan keterampilan dan pengetahuan orang tua dalam hal mengasuh, merawat dan memberikan pendidikan di dalam keluarga dengan landasan pembentukan karakter yang baik.


Selain parenting, GPH juga akan concern terhadap anak anak. Sudah menjadi pemandangan biasa rasa nya mulai dari bayi sampai anak anak sudah diberikan gadget oleh orang tua nya, anak usia 1 tahun sudah mengerti "youtube" karena dari bayi sudah terbiasa diberikan tontonan video / film anak anak lewat HP orang tua nya. Akan menjadi masalah apabila hal ini dibiarkan, kenapa? ada beberapa efek negatif yang dapat terjadi bila orang tua memberikan tablet untuk anak usia balita yang sedang dalam masa perkembangan.

1. Gangguan tidur
Anak dapat mengalami susah tidur atau kualitas tidur yang kurang baik bila sebelum waktu tidur ia menonton TV, membaca cerita lewat aplikasi e-Book di tablet, bermain video games. Ini dapat terjadi karena cahaya yang dipancarkan dari layar gadget elektronik tersebut yang membuat anak sulit untuk tidur. Jadi pikirkanlah matang-matang sebelum membelikan tablet untuk anak.

2. Keterlambatan bicara
Menurut penelitian yang dilakukan oleh American Academy of Pediatrics, sangat disarankan agar anak berusia di bawah 2 tahun tidak diberikan “screen time” atau ekspos pada layar dari gadget elektronik karena dapat mengakibatkan keterlambatan bicara dan gangguan tidur. Penelitian lain juga menyingkap bahwa TV berpengaruh dalam “talk time” atau waktu bicara berkualitas antara orang tua dan anak, di mana sangat penting bagi perkembangan bahasa anak.

3. Sikap pasif
Sikap pasif ini maksudnya anak kurang bergairah untuk melakukan aktivitas fisik seperti berjalan, berlari, bermain puzzle. Dengan bermain tablet, anak berhadapan dengan layar yang disentuh sesuai dengan petunjuk interaktif. Namun kurangnya stimulasi sebanyak anak dapat memegang langsung benda konkrit seperti bola atau puzzle, membuat anak cenderung lebih pasif. Sedangkan anak terutama batita yang kemampuan kognitifnya sedang berkembang dapat distimulasi lewat sensori dengan cara memegang, menyentuh, mencium, melihat serta mendengar. Anak lebih membutuhkan objek konkret daripada lewat layar dalam proses belajar dan perkembangan kognitifnya.

4. Sulit konsentrasi
Efek jangka panjang dari tablet untuk anak, dan gadget elektronik lainnya untuk anak balita adalah sulitnya berkonsentrasi terutama dalam belajar. Perhatian anak semakin singkat terhadap suatu hal atau tugas yang dikerjakan. Ini dapat terjadi karena kinerja otak yang sering berpindah tugas (switching tasks) dengan cepat.

5. Radiasi

Sebuah studi menyatakan bahwa otak anak yang berusia 5 tahun memiliki tulang tengkorak yang lebih tipis dan lebih banyak cairan daripada orang dewasa. Jadi kepala anak dapat menyerap radiasi sepuluh kali lebih banyak daripada orang dewasa. Jadi dapat dibayangkan bagaimana bayi dan batita yang berusia lebih muda dengan resiko yang lebih besar apabila terpapar radiasi dari gadget elektronik.

6. Kecanduan tablet

Di Inggris, anak berusia 4 tahun didiagnosa kecanduan Ipad, bahkan dalam satu hari ia dapat menghabiskan 4 jam dengan Ipadnya. Jadi setiap kali orangtuanya mengambil Ipad-nya, ia akan menangis hebat dan stress. Begitu besar daya tarik tablet untuk anak.

Orang tua dapat menekan kemungkinan dari efek negatif yang disebutkan di atas dengan memberikan batasan waktu yang jelas dan seimbang dalam penggunaan gadget termasuk tablet untuk anak. Perlu diingat bahwa anak tetap harus bersosialisasi dengan teman, saudara atau keluarganya dengan permainan yang melibatkan aktivitas fisik yang sangat berguna bagi perkembangan motoriknya. Interaksi antara orang tua dan anak secara langsung yang terjalin jauh lebih baik dan berharga yang tak dapat tergantikan bahkan oleh gadget elektronik sekalipun.


Sumber bacaan : psychologytoday.com, healthland.time.com

Atas dasar itu, kami tergerak untuk melakukan kegiatan kegiatan parenting dan bermain bersama anak anak. Melalui GPH ini, in sya Allah mimpi kami adalah:
1. Mengadakan kegiatan parenting untuk warga sekitar minimal 1 tahun 1 kali.
2. Mengadakan kegiatan bermain bersama anak anak, seperti mendongeng, menggambar, berkreasi, dll minimal 1 tahun 2 kali.

Bismillah, resolusi 2018 keluarga kami "Griya Piwulang HaDe", Rumah Parenting, Rumah Ramah Anak. 













Kamis, 18 Januari 2018

T10H Level 3 #15 - Tumbuhan Ciptaan Allah

Januari 18, 2018 0 Comments
Karawang, 18 Januari 2018

Hari ini zhafran mengenal tumbuhan / buah buahan ciptaan Allah SWT. Berawal dari buku bantal favorit zhafran yang berjudul "Semua Ciptaan Allah SWT" dalam buku ada beberapa tumbuhan seperti sayur sayuran dan buah buahan. Tadi pulang kerja juga kebetulan bunda bawa pisang. 

B : zhaf, mbun bawa pisang mau nggak? 
Z : maaauu mbun
B : makan sekarang? 
Z : iyaaa
B : ok, baca doa dulu yuuk

Setelah selesai makan pisang zhafran minta bobo, seperti biasa baca buku dulu.. Pada saat halaman sayur dan buah2n, zhafran langsung nunjuk pisang mbunn. Tadi afan makan pisang. 



















#Tantangan_hari_ke15
#KelasBunsayIIP3
#Game_Level_3
#Kami_bisa
#Zhafran





Rabu, 17 Januari 2018

T10H Level 3 #14 - zhafran harus berani

Januari 17, 2018 0 Comments
Karawang, 17 Januari 2018

Sudah 1 minggu ini zhafran nangis kalau di tinggal sholat maghrib, karena mama masih masa pemulihan jadi belum menginap dulu disini dan ayah zhafran pulang malam, jadi di rumah hanya berdua sama zhafran. Bunda sudah berusaha mengalihkan zhafran untuk bermain atau mengajak zhafran ikut sholat tapi masih tetap menangis. Karena waktu sudah mepet yasudah bunda biarkan zhafran nangis. Selesai sholat, bunda langsung peluk zhafran, sudah mulai tenang langsung ajak ngobrol :

B : mbun kan ada disamping zhafran koq zhafran nangis? 
Z : (diam) 
B : mbun sholat dulu sayang, zhafran anteng yaa.. Ikut mbun sholat, kalau nggak mau ikut zhafran boleh main disamping mbun. 
Z : boboo mbun
B : zhafran ngantuk? 
Z : (mengangguk) 
B : yaudah ayo kita bobo, tapi zhafran janji yaa besok kalau mbun sholat afan anteng boleh ikut sholat atau main. Mbun kan ada di samping afan, kalau mbun nggak ada baru zhafran nangis. Zhafran berani main sendiri yaa, bunda selesai sholat kan nemenin afan main lagi. Ok? 
Z : ok
B : janji yaaa
Z : iyaaa

Dan seperti biasa sebelum tidur baca buku favorit zhafran dulu "Semua Ciptaan Allah"




#Tantangan_hari_ke14
#KelasBunsayIIP3
#Game_Level_3
#Kami_bisa
#Zhafran

Komunikasi - Training Intermediate

Sudah masuk ke tantangan ketiga di Training Intermediate - A Home Team. Pekan ini materi nya tentang komunikasi, wah salahsatu tantangan ban...