Identifikasi Profil Peta Bakat
11 Maret 2021
Catatan Bunda Dua Z, Belajar Menjadi Ibu Profesional, Ibu Bintang Keluarga
11 Maret 2021
10 Maret 2021
LATIHAN HARI KE #69
Peta Bakat dibuat untuk mempermudah membaca bakat dominan kita. Bakat-bakat ini dijabarkan dalam bentuk sebuah peta, yang merupakan juga gambar icon Talents Mapping. Peta Bakat dibuat untuk mempermudah membaca bakat dominan kita. 34 bakat dipetakan dalam 4 kelompok bakat, yaitu Influencing, Relating, Striving, dan Thinking. Dari peta bakat juga kita bisa mengenal profil produktif yang ada pada diri sebagai berikut :
Nah, sekarang mari kita kupas tuntas profil produktif yang ada pada diri saya dilihat dari peta bakat hasil Talents Mapping Assesment. Ini dia peta bakat saya :
Jika dilhat dari sebaran bakat yang ada, yang berwarna merah itu merupakan bakat kuat saya dan terlihat jelas sebaran bakat kuat yang ada pada diri saya dominan di area influencing dan relating talents. Ini artinya profil produktif saya merupakan seorang influencer, seorang influencer ini merupakan pribadi yang ekspresif dan mudah terhubung dengan orang lain.
Dengan bakat communication, dan developer saya yang kuat saya merasakan bahwa berbicara dengan orang lain terlebih untuk memajukan orang lain itu terasa sangat kuat dorongan nya. Ditambah ada bakat relator yang menjadi bakat pendukung ini menambahkan kemudahan saya untuk bisa terhubung dengan orang lain menjalin hubungan yang dekat dan akrab.
Selain itu seorang influencer juga pandai mempengaruhi orang lain secara personal maupun massal. Hal ini saya rasakan didukung oleh bakat command, communication dan significance dengan mudah saya bisa mempengaruhi orang lain jika saya sedang menceritakan pengalaman dan cerita kejadian sehari-hari terkait bakat ataupun talents mapping cukup banyak teman-teman saya yang kepo dan ingin tahu lebih banyak terkait mengenal diri ini.
Karawang, 9 Maret 2021
Dinamika Bakat Dalam Functional State
Ditulisan saya sebelumnya, saya sudah membahas tentang initial state dan functional state. Nah kali ini kita akan fokus pada functional state saja. Tugas kali ini akan coba saya jelaskan lebih mendalam tentang functional state, tipe kekuatan, dan core talent dari tipe kekuatan yang ada. Dan saya akan coba jelaskan untuk dua peran yang sedang saya jalankan saat ini yaitu sebagai pengelola usaha dan manager media komunikasi di komunitas.
Tugas : Marketing
Tipe Kekuatan : Marketer
Core Talents : Significance, Communication
Dengan dorongan bakat significance dan communication yang saya miliki saya senang membuat konten untuk iklan produk ranginang maibi. Saya senang menonjolkan kelebihan ataupun membuat konten testimoni-testimoni dari para customer setia ranginang maibi. Selain itu Maximizer mendorong saya untuk memastikan semua produk yang ada sesuai standar kualitas yang sudah ditetapkan.
Itulah gambaran dinamika bakat yang ada pada diri saya dalam mendukung ekspresi bakat significance dan communication sebagai bakat utama pada Functional State saya sebagai Marketer.
Tugas : Manager Media Komunikasi
Tipe Kekuatan : Commander
Core Talents : Command
Bakat command mendorong saya untuk bisa mengendalikan semua tentang tugas medkom di komunitas berjalan sesuai dengan jadwal dan kebutuhan setiap harinya. Selain itu bakat developer juga cukup berperan untuk saya dalam menjalankan tugas sebagai manager media komunikasi ini. Setiap ada tantangan ataupun hal baru terkait media komunikasi, saya senang untuk membagikannya ke tim saya dan saya juga senang tim saya bisa melakukan hal-hal baru terkait live streaming atau apapun itu yang sudah saya ajarkan ke tim.
Demikian gambaran dinamika bakat yang ada pada diri saya dalam mendukung ekspresi bakat Command sebagai bakat utama pada Functional State saya sebagai manager media komunikasi yang salah satu tugas utamanya adalah memimpin tim media komunikasi setiap komponen, tim desain dan juga tim sosial media.
Karawang, 5 Maret 2021
Mengenali Initial State dengan Kedekatan dan Kepercayaan
Setelah kemarin menggali initial state suami saya yang sudah melakukan Talents Mapping Assessment. Tibalah hari ini menggali initial state yang belum pernah melakukan TMA ataupun ST30. Nah pada kesempatan ini saya coba gali initial state yang ada pada teman sekaligus senior saya di tempat kerja saya dulu. Mencoba mengamati dorongan-dorongan bakat apa yang keluar ketika menggali initial state kegiatan di pagi hari yang dilakukan teman saya ini.
Pagi hari sebelum berangkat kerja masak untuk sarapan dan membawa bekal ke kantor. Memastikan semua nya selesai tepat waktu dan memastikan suami dan anak nya bangun sholat subuh lalu sarapan.
Kalau saya mendengar cerita dari teman saya ini, terlihat dorongan bakat responsibility dan bakat maximizer spontan keluar di aktivitas pagi hari. Menurutnya tugas memasak dan memastikan semua nya selesai itu rutin dikerjakan setiap pagi dan menganggap itu semua sebagai tugas yang harus diselesaikan. Lalu bakat maximizer untuk selera masakan, pemilihan kerudung untuk berangkat bekerja juga terlihat bahwa teman saya ini memiliki standar kesempurnaanya sendiri.
Terimakasih ya bu sudah berkenan ngobrol panjang lebar, membantu aku menyelesaikan tugas ini. Foto ini diambil ketika makan siang sebelum saya resign hihihi...
Karawang, 4 Maret 2021
Menggali Initial State, Menemukan Diri Otentik
Pada kesempatan kali ini saya coba gali initial state teman hidup teman seperjalanan saya, yup kakang mas Heru Santoso suami saya 😁. Setelah saya tanya-tanya ditambah hasil pengamatan saya tiap pagi, Baru memahami kenapa setiap pagi, setelah bagun tidur dan sebelum mandi itu terlihat mikirnya. Kadang suka gemes juga melakukan apa-apa itu luammaa syekali.. Ternyata jawaban mas itu, ya lagi mikir mau berangkat kerja jam berapa, kira-kira jalanan macet atau tidak karena sedang ada perbaikan jalan jadi sering macet nah sebelum berangkat kerja itu harus memastikan tidak terlambat dan sampai tempat kerja dengan selamat.
Terlihat sekali dorongan deliberative dan discipline disini yang sangat kuat dorongannya. Kadang aku tuh suka pengen ngomel, dari kamar tidur ke kamar mandi aja dihitung jam nya mau mandi jam berapa. Lalu kalau aku telat masak padahal menurut ku masih ada waktu 5 - 10 menit lagi pasti mas sudahh gelisah, bilang macet lah, masuk telat lah wkwkwk. (Duh maafkan jadi curcol begini).
Ini dia urutan bakat yang ada pada suami saya, dorongan bakat deliberative nya ingin memastikan semuanya dalam keadaan baik, memperhatikan segala resiko yang mungkin akan terjadi. Lalu bakat discipline yang senang keteraturan, mengikuti jadwal yang sudah ada.
Karawang, 3 Maret 2021
Initial State & Functional State
Initial State
Initial state ini adalah keadaan awal, dalam hal ini bakat yang muncul secara alami, perilaku dasar seseorang. Cara melihatnya dengan mengamati aktivitas pada pagi hari atau saat tidak melakukan apa-apa. Saat manusia dalam keadaan bebas dari tuntutan-tuntutan fungsional yang mengikat serta mendesak lebih besar kemungkinan untuknya mengekspresikan sifat dan karakter dasarnya. Ini dapat kita sebut sebagai Initial State.
Functional State
Functional state ini biasanya tergantung dari tugas dan peran apa yang sedang dijalankan. Setelah resign dari pekerjaan saya, saat ini saya fokus pada keluarga dan menjalankan usaha. Sebagai ibu yang membersamai zhafran antar jemput sekolah bakat developer dan includer saya yang sering keluar. Developer yang senang sekali melihat zhafran setiap hari nya selalu ada kemajuan dan hal unik yang sebelum nya tidak pernah bisa saya lihat langsung. Selain itu bakat includer ketika antar jemput zhafran ke sekolah juga sangat berperan disini. Saya sangat bahagia ketika bisa berkumpul dengan ibu-ibu dan menyapa walaupun hanya sebentar.
Dan untuk peran saya menjalankan usaha ranginang maibi, bakat maximizer saya yang sangat berperan disini. Beberapa kali saya sering komplain kepada kakak saya karena kualitas ranginang yang menurut saya tidak ok 😆 padahal menurut kakak saya itu ranginang bagus-bagus saja, tapi karena saya sempat menemukan ranginang yang bantet dan saya menilai itu semua tidak bagus. wkwkwk si maximizer ini punya standar sempurna nya sendiri memang 😅😅
Mengikuti kelas 90 Day Advanced Excercise for TM Practitioner ini diawal sempat ragu apa bisa? 90 hari lhooo,, dan akan ada tugas setiap hari nya. Tapi ketika mengetahui kelas ini dimulai di awal tahun yaitu januari 2021, langsung terpikir saya harus ikut kelas ini. Karena awalnya saya akan resign di bulan Desember jadi dengan mengikuti kelas ini bisa untuk memperdalam perjalanan belajar saya tentang Talents Mapping ini. Dan saya beranggapan bahwa januari sudah tidak bekerja jadi In Sya Allah bisa mengikuti kelas ini dan bisa mengerjakan tugas-tugas nya.
Tujuan awal mengikuti kelas ini memang untuk mendalami lagi ilmu TM karena seperti yang sudah saya deklarasikan jalan santri, yang ingin saya tempuh yaitu saya ingin membantu banyak orang tua bisa membersamai ananda dengan memahami bakat dan sifat unik anak-anaknya.
Diawal tugas membuat video penjelasan bakat yang ada di area thinking talents, jujur saya keteteran karena diwaktu tersebut ternyata saya sedang sibuk-sibuk nya di kantor persiapan resign jadi harus training atau transfer pekerjaan ke pengganti saya nantinya. Tapi Alhamdulillah setelah benar-benar full di rumah saya bisa mengejar ketertinggalan itu. Dalam satu hari saya bisa rekaman untuk video penjelasana pengertian bakat 2 sampai 3 bakat.
Dengan membuat video penjelasan bakat, kita dituntut untuk belajar lagi. Mulai menyusun narasi yang mengharuskan kita buka-buka kembali buku catatan dan melihat rekaman penjelasan bakat. Justru menurut saya ini bukan hanya sekedar tugas yang harus dikerjakan, tetapi dengan adanya tugas ini membangun kebiasaan baru untuk terus belajar memperdalam kembali Talents Mapping ini.
Bismillah, terus semangat sampai garis finish.. In Sya Allah bisa mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Aamiin...
Hari kedua di kelas 90 Day Advanced Exercise for TM Practitioner sudah ada tugas nih, wah ini sih keren banget tugas nya, karena selaras juga dengan resolusiku di tahun 2021 ini. Dengan adanya tugas ini jadi gak bingung deh mau nulis apa di sosmed hihihi..
Seperti yang sudah kang firman sampaikan kemarin, di kelas ini kita jalankan saja semua tugas nya dengan enjoy tidak usah berekspektasi yang macam-macam karena anggap saja ini sebagai milestone kita untuk perjalanan menjadi praktisi talents mapping.
Nah, ditugas kali ini kita harus menuliskan "Deklarasi Jalan Santri" untuk memulai nya pertama kita jawab terlebih dahulu pertanyaan-pertanyaan berikut :
Mengapa Anda ingin memperdalam Talents Mapping dan menjadi Praktisi Talents Mapping ?
Pertama kali ikut TM basic di jogja dan mendapatkan hasil TMA saya begitu tersadar begitu banyak dorongan perilaku ataupun berpikir yang saya lakukan itu memang terkonfirmasi dari hasil TMA tersebut. Lalu saya menyadari bahwa perilaku dimasa lalu yang saya anggap itu negatif ternyata itu adalah bakat yang Allah anugerahkan kepada saya. Sebagai contoh bakat command saya yang merah, dulu saya sering menganggap bahwa diri ini keras, gak mau kalah, gak takut untuk berkonfrontasi ketika ada konflik. Dan saya menilai bahwa itu merupakan kekurangan saya. Setelah mengikuti training TM Basic baru saya menyadari bahwa setiap bakat itu merupakan sifat produktif yang bisa kita optimalkan.
Bagaimana Anda akan membantu orang lain dengan Talents Mapping ?
Membantu memahami diri, dan menggali potensi diri dengan talents mapping.
Apa Peran yang akan Anda ambil ?
Sebagai Advisor dan Motivator
Siapa persisnya orang/kelompok yang akan Anda bantu ?
Saya ingin menerapkan TM ini untuk keluarga dan dunia pendidikan.
Bakat & Potensi Kekuatan Apa saja yang Anda miliki dan bisa dimaksimalkan pada peran yang Anda pilih ?
#TalentsMapping
#day2
#90dayadvancedexercise
#Jalansantriku
#resolusi2021
#TahunBaruPeranBaru
#HaDesFamily
#Dekasjourney
Karawang, 1 Januari 2021
W.o.w sudah dag dig dug rasa nya, tapi rasa dag dig dug itu justru menantang diri ini untuk segera daftar ikut kelas nya. 😅 Dan alhamdulillah nya dapat 'tiket VIP' dari kang firman, sebagai hadiah karena thn ini in sya Allah aku resmi r*s*gn 😁😆
Sebelum materi zoom dimulai ada beberapa pertanyaan yang harus kita siapkan terlebih dahulu.
1. Mengapa saya ingin mempelajari hingga menguasai Talents Mapping ?
2. Dalam bentuk seperti apa tepatnya saya akan menerapkan keahlian saya dalam Talents Mapping ini?
Inilah jawaban saya,
1. Untuk lebih paham lagi TM untuk implementasi dalam kehidupan sehari-hari. Banyak berlatih untuk lebih paham lagi dalam membacakan hasil TM.
2. TM untuk keluarga dan pendidikan
Dan dari materi orientasi yang disampaikan kang firman, semakin membulatkan tekad untuk fokus disini, karena setiap praktisi talents mapping memiliki peranan masing-masing yang tidak tergantikan, yang kemudian disebut sebagai "Jalan Santri"
Hhmm, apa itu jalan santri? Kita lanjut dipostingan berikut nya ya.. 😊
#TalentsMapping
#day1
#90dayadvancedexercise
#resolusi2021
#TahunBaruPeranBaru
#HaDesFamily
#Dekasjourney
Sudah masuk ke tantangan ketiga di Training Intermediate - A Home Team. Pekan ini materi nya tentang komunikasi, wah salahsatu tantangan ban...